PEKANBARU, TVWAN.ID – Kabar baik bagi warga Pekanbaru! Pemerintah Kota (Pemko) terus bergerak cepat menuntaskan persoalan banjir yang kerap mengganggu aktivitas warga. Tahun ini, penanganan titik rawan air resmi menjadi prioritas utama.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menekankan bahwa kunci utama mengurai masalah ini adalah komunikasi dan kolaborasi. “Perlu melobi sana-sini,” ungkapnya saat ditemui pada Rabu (7/1/2026).
Berikut adalah 3 strategi “keroyokan” yang sedang dijalankan Pemko Pekanbaru:
1. Gandeng UNRI: 10 Danau Jadi Penampung Air
Pemko menggandeng Universitas Riau (Unri) untuk memanfaatkan 10 danau di dalam kawasan kampus sebagai embung.
Fungsinya: Menampung tumpahan air dari wilayah Simpang Tobek Godang dan Jalan Bangau Sakti.
Target: Mengurangi debit air yang meluap ke jalan raya saat hujan deras.
2. Libatkan Sektor Swasta (RS Awal Bros)
Bukan cuma pemerintah, pihak swasta juga diminta berkontribusi. Pemko berkoordinasi dengan RS Awal Bros Sudirman untuk membangun sumur resapan raksasa.
Logikanya: Air dari pemukiman di belakang rumah sakit akan “parkir” dulu di sumur resapan bawah tanah sebelum mengalir ke Jalan Sudirman. Ini efektif mencegah banjir di jalan protokol.
3. Gerak Lapangan: Normalisasi Parit Belanda
Di sisi infrastruktur, normalisasi aliran sungai dan parit terus dikebut. Fokus saat ini adalah Parit Belanda di Kecamatan Rumbai yang selama ini menjadi langganan banjir. Pemko juga bersinergi dengan Pemprov Riau dan Forkopimda untuk pembersihan sedimen di berbagai anak sungai. (*/Red)















