Home / Uncategorized

Monday, 30 March 2026 - 12:14 WIB

Elemen Kemelayuan Se-Riau Serukan Persatuan, Waspadai Upaya Adu Domba di Rantau Kasai

Tvwan.Id | Rokan Hulu, Riau — Gelombang kekhawatiran atas potensi perpecahan adat di Rantau Kasai kian menguat. Menyikapi situasi tersebut, berbagai elemen kemelayuan se-Riau menggelar pertemuan penting pada Senin (30/03/2026) pukul 09.00 WIB, sebagai bentuk konsolidasi sekaligus peringatan keras terhadap pihak-pihak yang diduga berupaya memecah belah kekuatan adat Melayu.

Pertemuan ini dihadiri simpul Melayu se-Riau, para luhak di Kabupaten Rokan Hulu, unsur kemelayuan Bonai, hingga perwakilan anak kemenakan Luhak Tambusai. Forum tersebut tidak sekadar silaturahmi, melainkan panggung sikap: menjaga marwah, mempertahankan hak, dan melawan segala bentuk intervensi terhadap tanah ulayat.

Simpul Melayu Riau secara tegas menyerukan pentingnya persatuan di tengah situasi yang dinilai rawan konflik. Mereka mengingatkan adanya indikasi kuat upaya adu domba yang berpotensi merusak tatanan adat serta melemahkan posisi masyarakat Melayu dalam mempertahankan hak-haknya.

Para luhak di Rokan Hulu menyampaikan tiga sikap tegas: merawat dan melindungi hak adat, menjaga marwah negeri melalui kebersamaan, serta memberikan dukungan penuh kepada masyarakat Melayu Rantau Kasai dalam mempertahankan tanah ulayat dari segala bentuk penguasaan yang tidak sah.

Sementara itu, perwakilan anak kemenakan Rantau Kasai menyuarakan penolakan keras terhadap segala bentuk tekanan, intimidasi, maupun upaya penguasaan paksa terhadap tanah ulayat. Mereka menegaskan bahwa perjuangan akan ditempuh secara damai, namun tidak akan mundur dalam mempertahankan hak adat yang diwariskan leluhur.

Masyarakat Hukum Adat (MHA) Melayu Rantau Kasai juga angkat bicara. Mereka mengapresiasi solidaritas yang ditunjukkan berbagai elemen kemelayuan, namun sekaligus memperingatkan bahwa situasi kini berada pada titik sensitif. Dugaan tekanan terhadap tokoh adat dan indikasi upaya pecah belah dinilai sebagai ancaman serius terhadap marwah dan keutuhan masyarakat adat.

“Tidak boleh ada kriminalisasi terhadap perjuangan adat. Penyelesaian harus berpijak pada keadilan, menghormati nilai-nilai adat, dan menjunjung tinggi kearifan lokal,” tegas perwakilan MHA.

Lebih jauh, masyarakat adat kembali meneguhkan komitmen kolektif untuk menjaga tanah ulayat sebagai simbol identitas dan kehormatan. Mereka menilai, konflik yang terjadi bukan sekadar sengketa lahan, melainkan pertaruhan atas eksistensi adat Melayu itu sendiri.

“Tanah ulayat adalah jati diri kami. Jika satu disakiti, seluruh masyarakat akan bergerak mencari keadilan,” ungkap mereka dengan nada tegas.

Menutup pernyataan, MHA Melayu Rantau Kasai menyerukan kepada seluruh pihak agar menahan diri, menghentikan segala bentuk provokasi, serta mengedepankan dialog bermartabat demi menjaga persatuan.

“Hutan rimba takkan hilang dari peta, marwah Melayu takkan tunduk oleh paksa.”

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Dr. H. ,Nopriadi, SKM, M.Kes: Sosok Tepat Jadi Rektor Universitas Riau

Uncategorized

Bhabinkamtibmas Kelurahan Bambu Kuning Polsek Kulim Bripka Febri Beri Edukasi Keamanan di Pos Satkamling RT 02

Uncategorized

Ada Apa Dengan Para Penyidik Polda Riau? Mengapa Surat Penahanan M Tak Juga Diterima Pihak Keluarga

Uncategorized

Dari Riau ke Tanah Minangkabau, Yayasan Tanjak Bertuah salurkan Bantuan Ke Tiga Posko Bencana Palambaian, Kabupaten Agam

Uncategorized

Empat Bulan, 320 Kasus Dibongkar: Polres Belawan Sikat Narkoba dan Kejahatan Jalanan

Uncategorized

Tutup Celah Kerawanan, Satops Patnal dan Rupam Kompak Sisir Area Vital di Hari Minggu

Uncategorized

Gelaran Road Race Session 2 Polres Pelalawan Gerakkan Roda Ekonomi Masyarakat

Uncategorized

Advokat Sarma Silitonga Mengalami Pengancaman Oleh Kelompok Dn Cs, di Areal Perkebunan Kampung Rawang Air Putih, Siak, Kini Korban Melapor Kepihak Kepolisian