Home / Uncategorized

Tuesday, 4 August 2026 - 11:06 WIB

Diduga Penimbunan dan Pengoplosan BBM Subsidi di Jalan SM Amin Pekanbaru Bebas Beroperasi

Oplus_131072

Oplus_131072

TVWAN.ID | PEKANBARU,– Praktek mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Pekanbaru kembali menjadi sorotan tajam publik. Sebuah gudang yang diduga kuat menjadi tempat penimbunan dan pengoplosan BBM bersubsidi berskala besar, terpantau bebas beraktivitas di Jalan SM Amin, persis di seberang Gerbang Stadion Utama Riau. Lokasi ini dipastikan masuk dalam wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Binawidya.

Berdasarkan hasil penelusuran mendalam tim investigasi pada Selasa (4/8/2026) siang sekitar pukul 14.45 WIB, aktivitas di dalam gudang tersebut tampak berjalan lancar tanpa tersentuh hukum.

Menurut kesaksian salah seorang warga yang tinggal di sebelah area gudang tersebut, bisnis ilegal ini diduga dikomandoi oleh seorang pria berinisial AR alias R. Kegiatan terlarang tersebut bahkan dilaporkan telah bertahan dan beroperasi selama bertahun-tahun.

“Aktivitasnya sudah bertahun-tahun. Modusnya, BBM bersubsidi dikuras oleh para pelangsir menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi dari sejumlah SPBU. Minyak itu kemudian dikumpulkan di gudang ini lalu dioplos,” ujar warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, Selasa (4/8/2026).

Sumber tersebut menambahkan, setelah proses pengoplosan selesai, BBM tersebut dipindahkan ke dalam sejumlah mobil tangki berwarna biru-putih (industri) untuk kemudian dipasarkan ke pihak perusahaan dengan harga tinggi.

Mata Rantai Distribusi hingga ke Kawasan Teropong

Lebih lanjut, tim investigasi di lapangan juga menemukan indikasi adanya mata rantai distribusi yang terstruktur. Dari gudang utama di Jalan SM Amin, BBM diduga diangkut menggunakan kendaraan jenis pikap L300 dan truk Colt Diesel menuju gudang sekunder di kawasan Jalan Teropong.

Di lokasi kedua tersebut, BBM diduga dipindahkan ke mobil tangki industri menggunakan mesin penyedot Robin dan selang berdiameter sekitar tiga inci. Guna mengelabui petugas dan konsumen, mobil tangki tersebut diduga dipasangi segel resmi serta dilengkapi Dokumen Pengiriman (Delivery Order/DO) palsu sebelum akhirnya didistribusikan ke sejumlah perusahaan.

Menanti Atensi dan Ketegasan Kapolsek Binawidya yang Baru

Sistematisnya pergerakan dugaan mafia BBM di wilayah transisi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai fungsi pengawasan aparat penegak hukum setempat. Publik kini menaruh harapan besar dan mendesak tindakan nyata dari Kapolsek Binawidya yang baru, Kompol Asep Rahmat, S.H., S.I.K., beserta jajaran untuk segera membongkar jaringan ini.

Sebagai pejabat baru yang memegang tongkat komando di wilayah hukum Binawidya, komitmen Kompol Asep Rahmat dalam memberantas penyakit masyarakat serta aktivitas ilegal yang merugikan keuangan negara kini benar-benar diuji. Warga berharap aparat tidak tebang pilih dan segera melakukan tindakan tegas berupa penggerebekan ke lokasi yang dimaksud.

Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya menghubungi pihak Polsek Binawidya serta Polresta Pekanbaru guna meminta klarifikasi dan langkah penindakan hukum yang akan diambil terkait temuan gudang diduga ilegal tersebut. (REDAKSI)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Warga Jembrana Bali, Mantan Dansatpom Rsn Pekanbaru Letkol Pom I Gede Eka Santika, Promosi Jabatan Kolonel

Uncategorized

Sampaikan 7 Tuntutan, Aliansi Mahasiswa Desak Penegakan Hukum Transparan di Polda Riau

Uncategorized

Satria Antoni,Phd, “10 Tahun Pengalaman Migas, Fakta atau Ilusi”

Uncategorized

Satgas TMMD Bengkalis Bersihkan Kawasan Kumuh di Balai Pungut, Kini Bersih dan Lestari

Uncategorized

Hari Anak Nasional 2026, Yayasan Tanjak Bertuah Riau Ajak Semua Pihak Lindungi Masa Depan Anak Bangsa

Uncategorized

Aroma Korupsi Menguat: Penghulu Sungai Daun dan Bendahara Bungkam Soal Dugaan Hilangnya Dana Bumkep

Uncategorized

Ironi Swasembada Pangan di Berau: Petani Jagung Digerebek Aparat di Lahan APL

Uncategorized

Ahmad Nasir Harahap dan Willy Robinson Lubis terpilih secara sah sebagai presiden dan wakil presiden mahasiswa universitas lancang kuning