Home / Uncategorized

Sunday, 4 January 2026 - 11:27 WIB

Satria Antoni,Phd, “10 Tahun Pengalaman Migas, Fakta atau Ilusi”

Tvwan.Id | Pekanbaru,– Beberapa hari ini Dunia Migas Riau di hebohkan dengan kebohongan profesi, ahli kelautan di branding sebagai pakar migas.Data LinkedIn Ungkap Branding “Pakar Migas” Satria Antoni Dibangun di Atas Pengalaman ± 4 Tahun.(4/1)

Novario seorang ahli Migas Propinsi Riau, kepada awak Media menyampaikan, ” Publik kembali disuguhi figur yang digadangkan sebagai calon dirut BSP dan dipromosikan sebagai petroleum geoscientist dengan klaim “lebih dari 10 tahun pengalaman migas.” Namun penelusuran kronologis melalui profil LinkedIn yang bersangkutan linkedin.com/in/satria-antoni-phd-bb461ba6) fakta yang jauh berbeda. Penyesatan informasi juga berlanjut dengan adanya pengakuan sebagai Asisten Ahli Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, namun Faktanya beliau adalah asistennya dari asisten tenaga ahli Dirjen di ESDM bukan Asisten Menteri ESDM”.

Ini sangat mencederai dan *memalukan Dunia professional Migas* bagaimanapun juga dengan hal seperti ini, tidak layak diangkat sebagai Pejabat di BUMD, sekedar pengalaman saja juga diduga di palsukan. Ahli kelautan perikanan mengaku ahli Migas. Pemerintah harus jeli terhadap hal seperti ini yang memanipulasi pengalaman untuk suatu jabatan. SKK Migas harus mencabut dukungan terhadap manipulator seperti ini, mempunyai basic perikanan, Faperi UNRI dan geologi kelautan di king fahd university, pungkas Novario seorang ahli migas dan kontraktor di Pertamina Hulu Rokan.

Lebih lanjut Novario mengatakan, saya sudah puluhan tahun berada dilingkungan Migas mulai dari Orang tua saya hingga saat ini saya berkontribusi aktif sejak zaman Caltex, Chevron dan PHR, ribuan karyawan di dalam yang memang benar benar ahli, bahkan di sekolahkan sampai ke Colorado school of mines dan San Ramon, namun Satria Antoni besar dugaan sudah berbohong kepada publik dengan mengaku sebagai pakar Migas, sebaiknya Satria Antoni jujur saja kepada publik sebelum isu ini semakin liar dan sampai ke ranah hukum.

Berdasarkan data terbuka tersebut, beliau tidak pernah bekerja di perusahaan operasional Minyak dan gas bumi. selama periode 2007–2021 yang bersangkutan hampir sepenuhnya berada dalam pendidikan formal S1 hingga S3, disertai internship, training, dan riset akademik. Ini bukan pengalaman kerja penuh waktu di industri migas.
Pengalaman profesional reguler baru terlihat setelah tahun 2021. Jika dihitung hingga 2025, total pengalaman kerja penuh waktu hanya sekitar 8 tahun. Ketika disaring khusus pada pengalaman migas operasional, durasinya bahkan hanya sekitar 4 tahun.
Ironisnya, pengalaman ±4 tahun ini dipoles menjadi branding “pakar migas dengan 10 tahun pengalaman.”

Ini Manipulasi Definisi, Bukan Salah Paham. Internship, training, dan kegiatan akademik bukan pengalaman kerja profesional. Dalam industri migas, pengalaman berarti:
terlibat langsung dalam keputusan teknis lapangan,
memimpin atau menjalankan operasi,
menanggung risiko HSSE dan finansial.

Menyamakan masa studi dan magang dengan pengalaman operasional adalah penyesatan terminologi yang disengaja.

Masalah Sistemik:
– Branding Mengalahkan Kompetensi
– Kasus ini mencerminkan kegagalan struktural dalam cara sektor energi nasional menilai keahlian.
– Branding CV dan gelar akademik lebih dipercaya dibanding jam terbang lapangan. Akibatnya, publik disuguhi “pakar migas instan” — kuat di narasi, lemah di pengalaman.

Ini adalah Ancaman bagi Aset Strategis Negara
Industri migas. Industri ini bukan ruang seminar, ruang coba coba ataupun kerja praktek bagi Satria Antoni, ini akan berakibat fatal bagi Industri Migas. Distorsi makna pengalaman membuka peluang keputusan strategis diambil oleh figur yang belum teruji secara teknis. Ini bukan persoalan reputasi pribadi, melainkan ancaman terhadap keselamatan industri dan pengelolaan aset negara.

Penegasan
“10 tahun pengalaman migas” seharusnya berarti 10 tahun memikul tanggung jawab lapangan, bukan 10 tahun mengumpulkan gelar dan program magang. Jika praktik ini terus dibiarkan, Indonesia sedang membangun kepemimpinan energi di atas ilusi kompetensi, tutup Novario.***

Share :

Baca Juga

Uncategorized

LAPOR KAPOLDA ! TINDAK TEGAS DAN PROSES HUKUM MAFIA GALIAN C ILEGAL SERTA OKNUM PEMBECKUPNYA

Uncategorized

Rumah Zakat bersama Bank Indonesia Mengadakan Workshop TikTok Seller untuk UMKM Subsisten

Uncategorized

Sinergi Polri dan Petani di Siak: Polsek Lubuk Dalam Pastikan Nutrisi Jagung Pipil Tercukupi

Uncategorized

Judi Sabung Ayam di Sagulung Diduga Beroperasi Terang-Terangan, Cerminan Lemahnya Penegakan Hukum

Uncategorized

Diduga Imam Pelaku Penabrak Lakalantas Yang Merenggut Nyawa Di Kota Dumai Bebas Berkeliaran, Kapolresta Dumai Diminta Jangan Diam Saja

Uncategorized

Dugaan Tindak Pidana Penyebaran Video Asusila Facebook , Keluarga Korban Minta Penyidik Fokus UU ITE (continuing act)

Uncategorized

Disorot Publik, Respons Polsek Dumai Timur Dinilai Lambat hingga Diduga Perlambat Penyelidikan

Uncategorized

Bukan Sekadar Permainan: Kasino Lantai 3 Diduga Otak Judi, Bola Pimpong Jadi Kamuflase