Home / Uncategorized

Saturday, 14 February 2026 - 14:06 WIB

Penggawa Melayu Riau Nilai Dugaan Langkah Agrinas Sebagai Provokasi di Tanah Adat

‏TVWAN.ID | RANTAU KASAI,— Situasi di lahan sawit milik Masyarakat Adat Rantau Kasai memanas. Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, sekelompok orang dilaporkan mendatangi area kebun yang selama ini diklaim sebagai wilayah kelola adat. Kehadiran kelompok tersebut diduga berkaitan dengan pihak Agrinas.

Informasi itu segera memicu respons keras dari Penggawa Melayu Riau.

Komandan Pasukan Khusus Penggawa Melayu Riau, Dt. Syarifuddin Anju, menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang berpotensi menciptakan ketegangan sosial di wilayah adat. Ia menyatakan telah menerima titah dari Panglima Tinggi Penggawa Melayu Riau, Dt. Afrizal Anjo, untuk melakukan konsolidasi organisasi.

Menurut Syarifuddin, persoalan di Rantau Kasai bukan sekadar sengketa teknis perkebunan. “Ini menyangkut hak adat dan marwah masyarakat Melayu di tanahnya sendiri,” ujarnya.

Penggawa Melayu Riau menyatakan 24 organisasi kemelayuan telah menyepakati pengiriman perwakilan ke Rantau Kasai. Total 1.200 orang disebut siap turun pada Senin mendatang. Masing-masing organisasi mengirimkan 50 orang.

Langkah ini, kata mereka, merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat adat yang merasa tertekan oleh kehadiran kelompok yang dianggap bukan bagian dari komunitas setempat.

Penggawa Melayu Riau menilai, apabila benar terdapat mobilisasi pihak luar untuk memasuki wilayah adat tanpa komunikasi yang layak, maka hal tersebut dapat dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap struktur sosial tempatan.

Dalam pernyataannya, Penggawa Melayu Riau menyoroti dugaan adanya pola “pecah belah” yang dapat memicu konflik horizontal. Mereka menilai mendatangkan kelompok tak dikenal ke tengah masyarakat adat merupakan langkah yang tidak sensitif terhadap kondisi sosial.

“Jangan jadikan masyarakat adat sebagai tamu di rumahnya sendiri,” kata Syarifuddin.

Ia menegaskan, masyarakat adat memiliki legitimasi historis dan sosial atas ruang hidupnya. Segala bentuk intervensi tanpa penghormatan terhadap hak tersebut dinilai mencederai harkat dan martabat Puak Melayu.

Penggawa Melayu Riau mengingatkan agar seluruh pihak menahan diri dan tidak memperkeruh situasi. Mereka menyatakan kehadiran 1.200 orang tersebut bertujuan untuk pengawalan moral dan solidaritas, bukan untuk menciptakan konflik baru.

Namun, mereka juga menyampaikan peringatan tegas: jika terdapat tindakan sepihak yang merugikan masyarakat adat, maka dampak sosial yang timbul menjadi tanggung jawab pihak yang memicu situasi.

Rantau Kasai kini menjadi titik perhatian. Bagi Penggawa Melayu Riau, persoalan ini bukan semata soal kebun sawit. Ini soal kehormatan.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Kemandirian Pangan, Polsek Lubuk Dalam Kawal Penanaman Jagung Hingga Panen

Uncategorized

Ribuan Warga CFD Teredukasi! Ditlantas Polda Riau Kampanyekan Tertib Lalu Lintas dan Tanam Kepedulian Lingkungan

Uncategorized

Audiensi Pemuda Pancasila Ranting Kelurahan Bambu Kuning Febrian Azlin dan Bendahara Pria Handoko Serta Jajaran Pengurus dengan Lurah Bambu Kuning

Uncategorized

Dari Riau ke Tanah Minangkabau, Yayasan Tanjak Bertuah salurkan Bantuan Ke Tiga Posko Bencana Palambaian, Kabupaten Agam

Uncategorized

Cegah Karhutla, Satgas TMMD Gelar Penyuluhan di Kecamatan Pinggir

Uncategorized

Rumah Zakat Adakan Senam Lansia dan Pemberian Makanan Tambahan di Kelurahan Perbentian Marpoyan

Uncategorized

DPP LSM BERANTAS : Kementerian ESDM dan SKK MIGAS periksa Kompetensi Satrio Antoni PhD, jangan langsung keluar statement

Uncategorized

Rumah Zakat Gelar Orientasi Cabang 2026, Perkuat Komitmen Calon Relawan Kemanusiaan